25 February 2018

Tiga Pemain PSAP Sigli Dituntut Jaksa Masing-Masing 3 Bulan Penjara Usai Pukul Wasit

Posted by Dedy under: Berita .

Berita aceh – Hari senin (26 Februari 2018), tiga pemain PSAP asal Sigli Aceh yang berinisial MC, N dan FM kembali mengadakan persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh atas kasus pemukulan terhadap wasit. Sidang lanjutan ini dihadirkan untuk mengusir kompas pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga pemain PSAP tersebut.

Dalam sidang yang beragendakan, pembacaan pengadilan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulkarnain SH ini dipahami oleh para pemain bernama Muhammad Causar, Nurmahdi dan Fajar Munandar yang menjadi pemain dalam pertandingan liga yang dilakukan di stadion Dimurtala Banda Aceh. Ketiganya diputuskan dibawa ke meja hijau Atas kasus pemukulan atau pengeroyokan terhadap seorang wasit (Aidil Azmi) pada pertandingan melawan PSAP Aceh United dan PSAP Sigli di Stadion Dimurtala, Lampineung Banda Aceh yang diaktifkan pada 18 Agustus 2017 lalu.

Dalam sidang lanjutan yang diadakan pada hari senin ini, ketiga terdakwa juga terlihat tidak didampingi oleh otoritas hukumnya seperti pada persidangan sebelumnya. Ketiga terdakwa ini diputuskan untuk melanjutkan sendiri kasus pemukulan atau penganiayaan tersebut selama persidangan berlangsung.

Sidang kali ini dipimpin oleh Supriadi SH MH dan didampingi oleh Faisal Mahdi SH MH serta Eti Astuti SH MH mengeluarkan putusan jika para terdakwa akan dikenai hukuman 3 bulan penjara sebagai sanksi atas tindak penganiayaan yang dilakukannya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh menuntut ketiga terdakwa untuk menerima sanksi hukuman paling banyak sekitar 3 bulan penjara dan itu terhitung masa penahanan sejak Agustus 2017 lalu.

Jaksa Penuntut Umum mengumumkan jika terdakwa memutuskan dan telah membuktikan melakukan tindak pidana pemukulan terhadap wasit yang sedang melawan PSAP akhir 2017 lalu. Hukuman tiga bulan penjara tersebut telah dipotong dengan masa tahanan yang telah masing-masing terdakwa jalani. Bukan hanya itu saja, tiga terdakwa dalam kasus kejahatan pengeroyokan terhadap wasit ini juga diharuskan membayar biaya perkara. Hal ini juga disampaikan oleh JPU seperti yang disampaikan oleh pendamping Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulkainain.

Comments are closed.